SpeakingBukan Kuliah Metodologi - Pembekalan Sidang Tugas Akhir

Jumat, 22 Mei 2026

Bukan Kuliah Metodologi - Pembekalan Sidang Tugas Akhir

Bu Anna meminta saya berbagi pengalaman sidang tugas akhir kepada mahasiswa bimbingannya. Sesi ini terasa santai dan penuh cerita, mulai dari mencari judul, masa struggle skripsi, konsep second brain, sampai pengalaman dibantai dosen saat sidang.

Gedung A Institut Teknologi Padang

16.00 – 18.00 WIB

Bayu berbagi pengalaman dan tips sidang tugas akhir di depan mahasiswa bimbingan Bu Anna
Foto Bersama
Sesi penyampaian materi dan diskusi dengan teman teman

Sebuah Chat dari Bu Anna

Beberapa hari sebelum kegiatan, saya mendapat chat dari Bu Anna yang kurang lebih isinya seperti ini:

"Assalamualaikum dik Bayu, apakah minggu depan ada waktu lowong? Saya mau mengumpulkan mahasiswa bimbingan, kemudian nanti ada sesi dik Bayu sharing terkait pengalaman, tips, dan trik saat sempro, semhas, dan kompre. Dari sekian banyak mahasiswa yang di "semprot", dik Bayu yang mendekati perfect dalam hal presentasi di setiap sesi sidang TA karena tidak terlalu banyak revisian. 😃"

Jujur, membaca chat itu rasanya senang sekaligus agak kaget. Setelah itu kami berdiskusi lagi untuk menentukan jadwal, dan akhirnya disepakati tanggal pelaksanaannya.

Dibuat Santai, Bukan Kelas Formal

Karena ini bukan kelas formal, melainkan sesi sharing bersama mahasiswa bimbingan Bu Anna yang sebagian besar adalah adik tingkat saya sendiri, saya ingin suasananya dibuat santai dan tidak membosankan. Saya pun mulai menyusun slide presentasi yang semenarik mungkin supaya sesi sharing terasa lebih hidup dan tidak kaku.

Materi dari Pengalaman Pribadi

Materi yang saya bawakan benar-benar berasal dari pengalaman pribadi selama menyusun tugas akhir. Saya bercerita mulai dari bagaimana proses mencari judul, masa-masa struggle ketika mengerjakan skripsi, berbagai tips dan trik yang menurut saya membantu, sampai tools yang saya gunakan selama proses tersebut.

Saya juga menjelaskan bagaimana saya mengelola file-file tugas akhir menggunakan konsep second brain versi saya sendiri. Selain itu, saya membahas empat tahapan sidang yang ada di ITP, yaitu sidang kerja praktik, seminar proposal, seminar hasil, dan ujian komprehensif. Menurut saya, banyak mahasiswa yang fokus hanya ingin "lulus", padahal setiap tahapan sidang sebenarnya memiliki tujuan yang berbeda. Jadi saya mencoba menjelaskan harapan dan fungsi dari masing-masing sidang agar teman-teman lebih memahami prosesnya.

Cerita Dibantai Dosen

Tentu saya juga tidak hanya menceritakan hal-hal yang berjalan mulus. Saya sempat berbagi pengalaman ketika "dibantai dosen" saat sidang. Buat saya, itu justru menjadi salah satu pengalaman yang paling banyak mengajarkan sesuatu. Saya ingin teman-teman tahu bahwa tidak semua proses harus berjalan sempurna, karena dari revisi dan kritik itulah kita biasanya berkembang.

Diskusi yang Dua Arah

Selama sesi berlangsung suasananya sangat santai. Tidak hanya saya yang berbagi cerita, Bu Anna juga beberapa kali ikut menambahkan pengalaman dan memberikan masukan. Teman-teman yang hadir juga aktif bertanya sehingga diskusinya benar-benar terasa dua arah, bukan sekadar saya berbicara di depan.

Sambil Ngopi, (Bukan Endorse wkwk)

Selama diskusi kami ngobrol sambil ngopi karena ditraktir Bu Anna, terimakasih traktirannya Bu, waktu itu kami minum kopi Pablo... tapi ini bukan endorse ya. 😆 Momen kecil seperti itu justru membuat suasana terasa lebih akrab.

Buat yang Sedang Berjuang

Kalau memungkinkan, saya juga akan membagikan slide presentasi dan template second brain yang saya gunakan pada bagian resource. Semoga bisa membantu siapa pun yang sedang berjuang menyelesaikan tugas akhirnya.

Kalau sekarang kamu sedang merasa kesulitan mengerjakan skripsi, tenang saja, itu hal yang sangat wajar. Saya juga melewati banyak masa-masa struggle. Yang paling penting adalah jangan menyerah. Menurut saya, kuncinya sederhana: disiplin dan pastikan setiap hari selalu ada progres, walaupun hanya menambah satu paragraf. Jangan sampai ada hari yang benar-benar kosong, karena biasanya satu hari yang terlewat akan berubah menjadi pekerjaan yang jauh lebih besar di hari berikutnya.

Tetap semangat. Skripsi memang berat, tapi bukan berarti tidak bisa diselesaikan. Walaupun... setelah lulus nanti masih ada satu tantangan berikutnya yang sudah menunggu: info loker. 😆

Resources

More Speaking

View all speaking